Tampilkan postingan dengan label Masa SD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masa SD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Gunung meletus

Ingatan ini muncul waktu aku dalam perjalanan pulang dari kantor, naik angkot. Waktu kecil dulu (SD) aku dan temanku pernah duduk di depan rumah tetanggaku (di seberang jalan - depan rumahku) untuk menyaksikan 'kembang api', yaitu percikan-percikan api di angkasa.

Kata orang, itu gunung meletus...

Selasa, 26 April 2011

Timbangan besar


Aku teringat ada timbangan besar yang terletak di Stasiun Kereta Api Ngunut. Warnanya hijau, dan biasa dipergunakan oleh petugas untuk menimbang barang-barang yang akan dimuat ke gerbong kereta api.

Waktu kecil, aku sering naik ke atasnya dan bermain-main dengan jarum / penunjuk timbangannya... (tentu, kalau ada petugasnya aku kabur..)

Rumah Nenekku di desa

Aku teringat, dulu nenekku (ibu dari mamaku) punya rumah kecil di dekat rel kereta api. Aku waktu pulang sekolah sering menemani nenek di sana. Oh ya, rumah ini sepertinya yang ada di foto pernikahan ke dua orang tuaku tahun 1966 silam?

Rumah itu sederhana, ada ruang tamu, bale, kursi tamu dan meja, dan beberapa kamar (aku lupa). Dindingnya dari anyaman bambu (bhs. jawa : Gedheg).

Yang kuingat, waktu pulang dari rumah itu, (nenek tidak tidur di sana, tapi tidur di rumah tanteku - bibiku / adik mamaku, Bu Lek Tie - A ik Ti di jalan Raya II Ngunut), nenek sebelum menutup pintu selalu menghentakkan kakinya ke tanah 3 kali.

Waktu ku tanya ke nenek, apa alasanya selalu berbuat hal itu, beliau menjawab "Supaya Selamat..."

(Oh gitu caranya supaya selamat... doa menjejakkan kaki ke tanah 3 kali - pikirku)

Kamis, 21 April 2011

Nonton wayang oragn


Waktu aku masih duduk di kelas SD, papaku sering mengajakku nonton pertunjukan 'wayang orang', yang kadang tampil di lapangan Pema, desa Ngunut.

Tentunya, aku juga harus berjuang melawan rasa kantuk sambil nonton wayang orang. Namun adegan yang kusukai adalah munculnya para punakawan : Gareng - Petruk - Bagong - Semar yang selalu menghibur dengan kekonyolan mereka.

Aku sangat mengagumi tata letak panggung, terutama waktu lampu menyala sesuai adegan yang sedang berlangsung : merah, biru, hijau, dsb. Juga kutahu bagaimana latar belakang / background itu diganti dengan menarik layar yg digulung di atas.

Aku juga tidak asing dengan nama-nama tokoh wayang (walau banyak yang aku ga ngerti - lupa) : Abimanyu, Bima, Kresna, Gatotkaca, Wisanggeni, Arjuna, Betara Narada dan sebagainya.

Ingatan ini muncul waktu hari Minggu kemarin, sepulang dari gereja, di dalam angkot aku bertemu dengan seorang bapak yang tampak ngantuk dan tertidur dalam perjalanan, sama seperti yang biasa kulakukan. Waktu kutanya mengapa dia mengantuk, dia bilang "Barusan nonton wayang kulit..."

Oh ya, salah satu hal lagi yang kusukai pada event nonton wayang itu, selalu rombongan mereka disertai dengan para penjual makanan yang hanya ada pada waktu ada pertunjukan : kue goreng, cakue, dan favoritku : martabak telur!

Gambar di atas kutemukan di sebuah blog yang berjuang melestarikan budaya 'Wayang Orang' ini di JAMAN SEMANA DOT WORDPRESS DOT COM.

Rabu, 20 April 2011

Download film Super Inframan

Lewat Youtube, aku mendownload film2 yang dahulu pernah kusaksikan di desa Ngunut, waktu masih duduk di SD :

1. THE WAR IN SPACE - 1977
2. STAR CRASH - 1978
3. SUPER INFRA MAN

Video di Youtube dibagi menjadi beberapa bagian - 1, 2, dst.

Misal di sini. Bagian ke 3.

Ini poster dari Wikipedia :



Selasa, 19 April 2011

Penitipan Sepeda

Ya, ada sebuah tempat penitipan sepeda di dalam Pasar Ngunut. Orang-orang yang berbelanja ke pasar, menitipkan sepeda mereka di tempat itu, dan membayar sewanya.

Yang menarik, ada juga yang dikelola oleh pemilik gedung bioskop di desa kami. Dulu, kalau tidak salah bernama bioskop "NIAGARA", dan "PERDANA" (sorry kalau salah). Menariknya, jika ada film yang terkenal diputar : Dang Dut Haji Rhoma Irama, Suzanna, Film-film India, maka tempat penitipan ini full-house, penuh sesak!

Terang Bulan

Di desa kami, walau tidak seperti desa-desa yang kubaca di buku-buku, kalau malam ada 'Bulan Purnama', sering kami juga bermain-main di halaman rumah. Kadang kami main petak umpet, dan sering main hantu-hantuan. Tetanggaku, cewek bernama Emmy Martini menguraikan rambutnya dan dia berperan jadi hantu... cukup menyenangkan waktu itu...

Senin, 18 April 2011

War in Space 1977



Film ini mendadak muncul diingatanku, waktu buat blog baru soal film2 kuno yang pernah kubuat dan film2 baru yg kutonton di televisi (jarang ke gedung bioskop) dan menimbulkan kesan bagiku.

"WAR IN SPACE" memang film Jepang, dan temanya persis STAR WARS. Bagi orang desa, tidak mungkin nonton film STAR WARS asli, jadi film Jepang ini, dan terputus-putus (memang sudah kondisinya begitu, harus kita terima), cukup lumayan, mengobati kerinduanku akan dunia fantasi waktu itu.

Memang, film seperti ini sangat langka, dibandingkan film-film India (dengan bintang2 terkenal Hema Malini, Dharmendra, Ray Kapoor, dsb.), film-film kungfu Hong Kong (dengan bintang2 grup Shaw Brothers = David Chiang, Ti Lung, Lo Lieh, Fu Shen, Cen Kuan Tai, dsb).

Temukan naskah di internet (bersyukur ada teknologi seperti ini sekarang) :

di THE MILLION MONKEY THEATER DOT COM

Ada kalimat menarik di situs ini :

Go ahead, steal anything you want from this page, that's between you and the vengeful wrath of your personal god...


Juga kutemukan di homepage SCIFI MIN MOVIES DOT COM

Bahkan masih bisa kita membeli DVD film fantasi ini! Luar biasa!



Bisa Anda lihat di sini.

Juga donlod YOUTUBEnya di sini. Sungguh, aku sangat mengagumi teknologi 'jaman sekarang'. Apa yang dulu kulihat satu kali se-umur hidupku... sekarang bisa kulihat / kutonton berkali-kali!

Luar biasa bukan ??? Entah apa yang akan terjadi 20 tahun lagi - - - aku sangat bersemangatttttt..... juga membayangkan bahwa dulu, film-film ini seakan cuma jadi 'impian'... sekarang sebagian besar menjadi nyata!

Tidak pernah kubayangkan, 'hand-phone' di film STAR TREK Classic (1978-an), sekarang sudah dipakai oleh semua orang di dunia ini!

Minggu, 17 April 2011

Penjual Nomor

Aku punya tetangga, di belakang rumahku di Jl. Raya Ngunut. Suaminya berprofesi sebagai (istilah waktu itu) "Penjual Nomor". Orangnya berkumis lebat. Biasanya dia membawa sebuah koper yang berisikan alat-alat tulis.

Nomor apa yang dijualnya ?

Pada jaman itu dilaksanakan secara legal 'undian berhadiah'. Orang-orang membeli beberapa nomor yang dipercaya akan merupakan nomor yang tepat dengan 'nomor yang diterbitkan' oleh 'pusat'.

Misal, si A membeli nomor 51,33,55,44 masing-masing Rp. 500. Jika ternyata yang 'keluar / terbit' adalah nomor 55, maka dia mendapatkan uang Rp. 500 x sekian.

Nah, bapak ini dengan keahliannya berjualan suatu prediksi nomor yang akan keluar tadi.

Dia biasanya beroperasi dekat pasar Ngunut. Di sana, dia mencari tempat yang strategis. Kemudian dia membuka selembar kertas kosong yang cukup lebar. Dia mulai memperagakan hitungan-hitungannya berdasarkan nomor-nomor yang pernah keluar beberapa waktu silam.

Entah, dengan formula apa, yang pasti semua kata-kata yang keluar dari mulutnya bisa membuat beberapa orang yang tertarik berkerumun. Dan, sekian menit kemudian, dia mulai menjual / berjualan sebuah kertas yang dibungkus rapi. Di dalam kertas itulah dia menaruh 'nomor-khusus' hasil prediksinya.

Beberapa orang yang yakin dengan 'teori'nya, mulai mengeluarkan uang dan membeli bungkusan itu, dan akan dibuka nanti, untuk digunakan membeli 'nomor'.

Apakah mereka benar-benar menjadi 'pemenang'? Entahlah. Tapi, itulah salah satu profesi yang kuingat waktu aku kecil di desa Ngunut...

= = = tambahan Senin malam, 18 April 2011 = = =

Istriku mengingatkan, dia dulu waktu di desa (Blitar) juga pernah menjumpai orang-orang seperti ini, dan ada lembaran-lembaran kertas yang dibuat dengan sistim stensil, bergambar khusus dan disertai kode-kode / angka-angka khusus juga. Ini seperti terbitan selebaran bagi para pemburu hadiah - nomor ini!

Rabu, 13 April 2011

Stiker Superman

Dulu, waktu masih duduk di SD, aku pernah punya stiker favorit, bergambar Superman yang dirantai. Dan ini stiker 3 dimensi, yang kalau kita gerak-gerakkan maka akan berganti gambarnya.

Puzzle mini

Waktu kecil (SD) ada mainan yang cukup populer waktu itu, dan sangat berkesan : sebuah puzzle mini dari plastik. Biasanya dijual di toko-toko buku.

Bentuknya sebuah kotak, yang di dalamnya ada sekitar 26 kotak kecil atau kurang, berisikan huruf A-B-C dst atau suatu gambar.

Tugas kita mengembalikan kotak2 itu sesuai urutannya dengan menggeser kotak2 kecil itu. Cukup mengasikkan.

[Memory ini bangkit waktu lihat salah satu widget di Windows 7]