Selasa, 10 Mei 2011
Dari page - Pujian bagi Tuhan Yesus Kristus
Melalui tulisan di blog ini, aku ingin memuji dan memuliakan TUHAN yang kukenal dan kusembah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Dia telah lahir, mati, bangkit bagiku, dan berjanji menyertaiku selama-lamanya, hingga kelak aku masuk ke dalam kerajaan-Nya.
Dulu aku memuji-Nya dengan nyanyian dan lagu-lagu rohani yang kunyanyikan, baik di gereja saat kebaktian, saat dalam perjalanan, menyanyi di dalam hati. Kini, teknologi telah berkembang dengan pesat. Aku bisa memuji nama-Nya, mengagunkan kebesaran nama-Nya, memuja-Nya, bersyukur kepada-Nya, lewat tulisan di blog ini.
Tentang Penulis
Saya bernama Yosafat Agus Suryono, lahir di desa Ngunut, Kab. Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia, tahun 1968 silam. Tahun 1994 menikah dengan istriku yang kusebut sebagai 'wanita tercantik di dunia', dan 1995 kami dikaruniai seorang putra yang kusebut 'anak terganteng se dunia' bernama Samuel Dimas.
Saya menjadi orang Kristen sejak kelas 2 SD (1976) sewaktu berangkat ke Sekolah Minggu, mengikuti tetanggaku yang ke gereja. Gereja di sana, adalah Gereja Pantekosta Tabernakel "Kristus Bintang Fajar", Jl. Waluyo 7 Ngunut.
Hari demi hari kulalui dengan bertahap untuk mengenal TUHAN YESUS lewat ajaran yang diberikan guru-guru sekolah minggu di sana. Hingga kini, aku tidak akan pernah melupakan mereka semua yang telah berjuang mengajariku dan mengenalkanku pada TUHAN !
Copy Paste
Tidak ada larangan dari saya jika Anda menggunakan isi blog ini untuk Anda pribadi. Jika berkenan di hati Anda, mohon cantumkan link ke blog ini, sehingga saya merasa bahwa Anda juga menghargai jerih payah saya mengetik isi blog ini. Terima kasih!
Doa buat Anda
Damai sejahtera dari ALLAH dan TUHAN saya, menjangkau dan mengisi hari-hari Anda selama di Bumi ini!
Kamis, 05 Mei 2011
Toy Expo - Page from my 'Event' blogs
Expo (exhibition)
From Wikipedia, the free encyclopedia
Universal Exposition or Expo (short for "exposition"), also known as the World Fair and World's Fair, is the name given to various large public exhibitions held in different parts of the world.The first Expo was held in The Crystal Palace in Hyde Park, London, in 1851 under the title “Great Exhibition of the Works of Industry of All Nations”. “The Great Exhibition”, as it is often called, was an idea of Prince Albert, Queen Victoria’s husband, and was the first international exhibition of manufactured products. As such, it influenced the development of several aspects of society including art and design education, international trade and relations, and even tourism [1]. Also, it was the precedent for the many international exhibitions, later called “World’s Fairs”, which were subsequently held to the present day. In Acapulco, New Spain (Mexico), annual fairs took place for several centuries where countries from Asia exhibited their products brought to the New World by the Spanish Royal Navy Nao de China.
The main attractions at World's Fairs are the national pavilions, created by participating countries. At Expo 2000 Hanover, where countries created their own architecture, the average pavilion investment was around €13 million.[citation needed] Given these costs, governments are sometimes skeptical about participation as benefits are often assumed not to outweigh the costs. Tangible effects are difficult to measure; however, an independent study for the Dutch pavilion at Expo 2000 estimated the pavilion (which cost around € 35 million) generated around € 350 million of potential revenues for the Dutch economy. It also identified several key success factors for world exposition pavilions in general[2].
Since the signing of the 1928 Convention on International Exhibitions, the Bureau International des Expositions (BIE; English: International Exhibitions Bureau) has served as an international sanctioning body. BIE-approved fairs are divided into a number of types: universal, international or specialized. They usually last between three and six months.
Senin, 02 Mei 2011
Places - Pages from my Ngunut blog
Informasi ini akan terus saya perbaharui - jika ada pembaca yang mengingatnya, bisa menambahkan ke data ini. Kirimkan komen Anda ke : yosafat.agus@gmail.com. Terima kasih.
SD NGUNUT III
Tempat aku bersekolah SD dulu.
GEREJA PANTEKOSTA TABERNAKEL "KRISTUS BINTANG FAJAR" NGUNUT
Tempat aku beribadah, mulai sekolah Minggu (SD) hingga remaja. Aku juga melayani sebagai Paduan Suara Kaum Muda, Pemain Musik.
SMP NEGERI I NGUNUT
Tempat aku melanjutkan sekolahku tingkat SMP.
LAPANGAN PEMA
Lapangan sepak bola yang kami gunakan untuk berbagai kegiatan. Masa aku SD, aku dan teman-teman sering praktek olahraga - kesehatan di sini. Juga digunakan untuk pertandingan bola. Atau diadakan pertunjukan Wayang Orang atau Ketoprak Siswo Budoyo.
PABRIK
Lokasi di sebelah timur desa Ngunut, bekas Pabrik Gula.
KALI BRANTAS
Sungai Brantas yang ada di sebelah Utara desa Ngunut.
KOMPLEKS
Tempat Lokalisasi (maaf). Berhati-hatilah jika ke Ngunut, ada yang berbicara soal 'Komplek', maka asumsinya ya ke tempat itu.
FOTO STUDIO 'ANDA'
Ini tempat di mana kami berfoto, baik untuk ukuran 3 x 4 ataupun foto keluarga yang diberi background. Oh ya, waktu aku masih TK, karnaval juga foto di sini. Juga foto-foto kami berempat juga diambil di sini. Lokasinya di sebelah kiri rumahku yang di Jl. Raya II Ngunut.
Belum ada - dari Ngunut Blogs page
INTERNET
Tidak ada internet pada waktu itu. Tidak pernah terbayang bisa konek dengan teman-teman via e-mail, atau Facebook seperti sekarang.
HANDPHONE
Telepon yang ada, telepon rumah ataupun harus membayar uang di Kantor Telepon. Wartel juga belum ada pada waktu-waktu itu.
CD / COMPACT DISC
Kepingan ini belum ada, aku masih sempat menonton film2 lewat Video Casstte (Beta atau VHS format)
KOMPUTER
Komputer belum pernah kujumpai. Aku memakainya pada waktu sudah di Surabaya, tahun 1988, diajari teman se gerejaku. Itupun masih monochrome (satu warna), dan harus pakai DISKET untuk menyimpan data.
Silsilah Keluarga - Pages
a - Tidak punya, merasa tidak perlu dan tidak membuat Silsilah Keluarga.
b - Belum punya, artinya mereka mengerti dan membutuhkan, tapi belum membuat.
c - Sudah punya, dan terus mengupdate Silsilah Keluarga mereka.
Pengalaman saya, sangat menyenangkan dan pasti membahagiakan jika memiliki 'Buku Silsilah Keluarga' ini. Kira-kira tahun 2000 silam, saya sempat mampir ke sebuah warung Sate di kota Kediri, Jawa Timur, dekat kantor pos. Dan, ternyata pemiliknya adalah seseorang yang mempunyai Sebuah Buku Silsilah Keluarga yang dibuat sampai generasi ke 8, dimulai dari saat mereka berangkat dari negeri Cina! Luar biasa!
Bertahun-tahun, aku memendam kerinduan menjadi penulis / pembuat 'Buku Silsilah Keluarga' itu !
Fakta yang sangat menyedihkan, kudengar dari orang-orang yang kujumpai :
1. Seorang bapak berceritera kepadaku, bahwa dia tidak mengetahui seorang teman kerjanya (satu perusahaan) adalah family / keluarganya - selama 2 tahun mereka bekerja. Suatu hari, dia pulang kampung untuk mengurus KTP di desanya. Ternyata dia satu bis dengan teman itu. Untuk mengisi waktu, mereka ngobrol. Dan alangkah kagetnya waktu mereka tahu bahwa mereka menuju desa 'yang sama'. Dan, setelah mengetahui nama ibu atau nenek mereka, ternyata mereka masih berhubungan keluarga ! Dua tahun berlalu - - - tanpa tahu bahwa mereka sebenarnya masih bersaudara !
2. Beberapa orang mengaku bahwa dia hanya mengetahui siapa 'kakek-nenek'nya, tapi tidak jelas / lupa / tidak tahu = siapa saudara kakek-nenek mereka.
3. Satu keluarga telah kehilangan 'kakak dari nenek' mereka, kata nenek, kakaknya dulu pergi (= merantau) ke pulau Sumatera. Puluhan tahun berlalu, tidak ada seorangpun yang tahu keberadaan 'kakak nenek' mereka!
4.
Anda pasti punya kisah mengenai 'silsilah keluarga' Anda. Jangan ragu-ragu untuk memulainya, jika Anda belum memiliki... mulailah hari ini juga! Jika kita menulis hari ini, kelak akan berguna bagi generasi penerus kita = anak dan cucu-cucu kita ! Jangan biarkan mereka tidak mengetahui siapa keluarga mereka, semuanya!
1. Gunakan buku biasa, tidak harus serba komputer.
2. Catat nama orang-orang di dalam keluarga Anda yang Anda kenal.
3. Usahakan membuatnya seperti bagan / kotak-kotak :
KAKEK - NENEK
AYAH - IBU
ANDA - dan saudara-saudara Anda, dan ISTRI ANDA (jika sudah menikah)
ANAK ANDA - jika Anda sudah menikah
4. Nama-nama yang belum Anda ingat / ketahui, tetap sediakan sebuah kotak kosong buat mereka. Jika belum tahu, tulis dengan kata-kata Anda sendiri, misalkan "adik kakek di kota Malang", atau "Paman di Jakarta". --> nama-nama ini menjadi 'pr' buat Anda. Cari informasi selengkapnya : nama, alamat, nomor telepon, dsb.
5. Tidak usah menunggu data-data itu sudah lengkap, informasikan ke seluruh nama-nama itu, bahwa Anda berniat membuat 'Buku Silsilah Keluarga'. Bagikan tugas kepada mereka untuk menambah informasi-informasi yang berguna di 'Buku Silsilah Keluarga' itu (selanjunya saya sebut BSL).
6. Secara berkala, gali terus informasi2 dari mereka semua (walaupun ada yang menanggapinya dengan dingin - cuek - pro-kontra, dsb) ke dalam BSL itu.
7. Jika sudah mulai 'lengkap', mulailah kita membuatnya dengan lebih rapi, mempublikasikan (mencetak / memfoto-copy)nya dan selalu bagikan BSL itu ke keluarga kita, dengan memberi himbauan = gunakan BSL ini untuk hal-hal yang mempererat hubungan kekeluargaan semua anggota !
NEXT STEP
Banyak software / program komputer yang mendukung dibuatnya BSL ini menjadi lebih rapi - indah dan sangat menarik. Anda juga bisa mencari beberapa tempat di kota Anda yang bisa membantu membuatkannya, misalnya : tempat pengetikan komputer (jika Anda kurang fasih menggunakan komputer). Tidak ada batasan / acuan khusus memilih program atau bentuk BSL Anda!
Selamat berjuang !