Rabu, 13 April 2011

Duduk di Ban

Ya, keramahan adalah hal yang mahal pada jaman ini. Itu diakui semua orang.

Pernah, aku naik angkot (aku tinggal di Sidoarjo dan harus ke kota Surabaya - Jawa Timur). Nah, menurut undang-undang yang tidak tertulis tapi disepakati bersama, isi bangku adalah 7 dan 4. Sebenarnya cuma 6 orang yg duduk di bangku itu. Namun waktu aku masuk mereka tidak mau bergeser atau memberi tempat duduk.

Aku malas 'memohon' dan akhirnya aku mengalah duduk di roda / ban yang ada di angkot itu.

Tapi tidak semua begitu. Aku dan istriku belajar sekian tahun untuk 'menyapa telebih dahulu' para tetangga kalau kami berangkat atau lewat depan rumah mereka. Sulit memang. Tapi setelah cukup lama, akhirnya mereka jadi sungkan (mungkin) dan balik menyapa kami lebih dahulu.

Intinya - kita sendiri yang harus memulai, tidak perlu menunggu orang lain. Dan, harus kita tularkan kebiasaan 'ramah' ini ke anak-anak kita, tetangga, dan orang-orang lainnya.

Sukses buat Anda!

(Komentarku di blog seseorang di BLOGDETIK).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar