Tampilkan postingan dengan label Blog Teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog Teman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2012

Angkie Yudistia - Bukan Wanita Biasa


Sangat terinspirasi oleh acara di televisi kemarin siang (Minggu, 1 Januari 2012), tentang seorang wanita yang memiliki keterbatasan tapi berani menerobosnya!

Bagiku, dia bukan 'wanita biasa'.

Kunjungi website miliknya di sini.

Menyemangati diriku, yang kadang diserang ketakutan karena 'keterbatasan' diriku, juga secara fisik, mengenai mata kiriku yang cacat sejak kecil.

Jumat, 04 November 2011

Star Trek Wallpaper

Temukan sebuah blog di sini. tentang STAR TREK wallpaper.

Tak kan pernah kulupakan bagaimana film 'kuno' ini menginspirasiku, membuatku percaya akan luasnya antariksa, akan kecanggihan alat bernama komputer (yg pada waktu itu belum pernah kulihat...) dan akan kehebatan pola berpikir penciptanya.

Minggu, 28 Agustus 2011

Rosano Die Cast Blog




Hari ini, browsing gambar2 mobil2an HOTWHEELS dan lain-lain, temukan blog ini, seorang kolektor mainan Die-Cast : ROSANO!

Kamis, 12 Mei 2011

Superyoss lain dari Jakarta

http://www.blogger.com/img/blank.gif


Bagaimana perasaan Anda jika ternyata ada orang yang memakai nama yang 'sama dengan' yang Anda gunakan? Tidak sengaja, hari ini temukan blog berjudul SUPERYOSS BERAKSI di sini.

Kamis, 05 Mei 2011

Gambar Umbul di Dolanan Jadul Blog


Temukan blog ini waktu browsing atau googling "Gambar Umbul"...

DOLANAN JADUL
MENGENANG DOLANAN JAMAN DULU SAAT KITA MASIH KANAK-KANAK WEBSITE: DOLANANJADUL.BLOGSPOT.COM EMAIL: DOLANANJADUL@GMAIL.COM ADMIN: KELIK SUPRIYANTO
21 FEBRUARI 2009

Gambar Umbul

By : Kelik Supriyanto

Dinamakan gambar umbul karena dalam permainan ini gambar yang diadu harus dilempar keudara. Gambar yang menang adalah gambar yang tengadah kelihatan gambarnya dan yang kalah adalah gambar yang telungkup tidak terlihat gambarnya. Gambar umbul yang terkumpul terus dijepit diantara jari tengah dan telunjuk dan dijentikkan ke udara sehingga semua gambar berterbangan. Seluruh peserta berdebar-debar menunggu gambar jagoannya jatuh di permukaan tanah. Jumlah taruhan tergantung kesepakatannya. Semakin banyak jumlah taruhan, maka yang ikut main biasanya juga semakin sedikit, yang lainnya hanya menonton. Biar rame dan berlangsung lama biasanya jumlah taruhannya cukup satu gambar umbul saja.

Sebelum dimainkan gambar umbul lembaran harus dipotong kecil-kecil sesuai dengan gambar yang ada. Gambar wayang merupakan gambar favorit saya yang terdiri dari 36 gambar. Berisi tokoh-tokoh pewayangan dan beberapa hewan. Nomor 1 dimulai dengan gambar gunungan, nomor 2 - 30, gambar tokoh pewayangan, ada Pandu, Abiasa, Cakil, Baladewa, Puntadewa, Burisrawa, Dursasana, Semar, Petruk, dll. Nomor 31- 36 gambar hewan, ada garuda, menjangan, gajah, naga, banteng, dan macan.

Setiap anak memiliki tokoh idolanya masing-masing. Anak yang suka berkelahi akan memilih Bratasena karena tokoh ini selalu menang dalam peperangan. Anak yang pingin dianggap ganteng oleh teman-temannya akan memilih Arjuna. Gajah akan dipilih oleh anak yang paling gemuk. Anak paling kurus akan pilih gareng. Kadang gambar idola itu akan menjadi nama panggilannya sehingga sampai dewasa masih dipanggil sebagai si gareng atau si bagong.

Gambar umbul idola saya dulu yaitu gambar banteng. Posisi banteng yang siap menanduk dan ekor yang terangkat keatas merupakan gambaran banteng yang sedang marah. Banteng mengingatkan akan kerbau jantan milik paman saya yang suka menanduk kalau diganggu. Sedang kerbau yang betina sangat jinak sehingga kalau saya naiki akan tenang saja dan membawa kita kemanapun kerbau itu pergi untuk makan rumput. Ya, masa lalu memang ada yang indah untuk kita kenang dan ada yang buruk untuk kita lupakan.

Agar gambar umbul yang kita pilih selalu menang, banyak cara dilakukan. Dari cara curang sampai cara mistik. Cara curang dilakukan dengan cara mengelem dua gambar umbul yang sama gambarnya sehingga tidak bisa kalah karena dikedua sisinya ada gambarnya. Kadang kalau ketahuan bisa menimbulkan perkelahian dengan pihak yang kalah. Yang sedikit agar curang yaitu ketika kita dapat giliran mengundi, gambar jagoan kita cekungkan pada bagian gambar sehingga ketika jatuh ke tanah mempunyai peluang untuk menang, tidak tengkurap.

Cara paling unik yaitu dengan cara mistik. Beberapa teman yang pingin jagoannya selalu menang, dia mendatangi nisan dikuburan dan gambar jagoannya ditindih dengan hiasan batu nisan yang berupa kuncup bunga itu. Kadang butuh dua anak untuk bisa mengangkat batu tersebut. Baru keesokan harinya gambar umbul tersebut diambil dan berharap ada pertolongan dari alam arwah agar gambar umbulnya selalu menang ketika diadu.

Saya termasuk sering menang kalau taruhan dengan gambar umbul. Saya kelompokkan antara gambar umbul yang masih bagus dengan yang sudah kusut. Yang sudah kusut ditali dengan karet gelang dan yang masih bagus saya simpan dirumah. Kalau ada yang ngajak taruhan lagi, gambar umbul yang kusut tersebut yang saya jadikan taruhan.

Seiring semakin populernya cerita anak-anak di televisi. Gambar umbul wayang mulai tersisih oleh gambar umbul bergambar cerita komik semisal Batman, Bionic Woman, Tarzan, Gundala, Lucan, Robinhood, The Six Million Dolar Man, Flash Gordon, Rin Tin Tin, dan lainnya.

Tapi, kemana permainan gambar umbul itu sekarang ? Bagaimana kalau tanda gambar peserta pemilu 2009 itu kita gunakan sebagai gambar umbul. Mungkin banyak politisi kita yang akan ikut bermain. Anda, setuju ?

POSTED BY DOLANAN JADUL AT 21:11

LABELS: ARJUNA, BAGONG, BANTENG, CAKIL, CURANG, GAMBAR UMBUL, GARENG, JAGOAN, KERBAU, KOMIK, TARUHAN, WAYANG

Visit blognya di sini.

Sabtu, 30 April 2011

Harga tiket 2008 daera Tulungagung sekitarnya

Berikut adalah tarif maksimal dan minimal kendaraan umum antar kota. Semoga bermanfaat.

1. Malang-Lawang-Purwosari-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-) 85 km Tarip Batas Atas Rp 10.900 Tarip Batas Bawah Rp 6.700
2. Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-) 104 km Tarip Batas Atas Rp 14.100 Tarip Batas Bawah Rp 8.700
3. Dampit-Malang-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-)125 km Tarip Batas Atas Rp 16.000 Tarip Batas Bawah Rp 9.900
4. Blitar-Kesamben-Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-)181 km Tarip Batas Atas Rp 23.100 Tarip Batas Bawah Rp 14.200
5. Malang-Pandaan-Surabaya-Bangkalan-Sampang-Pemekasan-Sumenep Jarak (+/-) 271 km Tarip Batas Atas Rp 35.300 Tarip Batas Bawah Rp 21.700
6. Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya-Bangkalan-Sampang-Pamekasan-Pasean Jarak (+/-) 304 km Tarip Batas Atas Rp 38.700 Tarip Batas Bawah Rp 23.700
7. Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya-Bangakalan-Sampang-Pamekasan-Pasean Jarak (+/-) 330 km Tarip Batas Atas Rp 42.000 Tarip Batas Bawah Rp 27.800
8. Malang-Pandaan-Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Madiun Jarak (+/-) 246 km Tarip Batas Atas Rp 31.400 Tarip Batas Bawah Rp 19.300
9. Malang-Pandaan-Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Madiun-Magetan Jarak (+/-) 273 km Tarip Batas Atas Rp 34.800 Tarip Batas Bawah Rp 21.400
10. Malang-Pandaan-Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Madiun-Ponorogo Jarak (+/-) 276 km Tarip Batas Atas Rp 35.200 Tarip Batas Bawah Rp 21.600
11. Malang-Pandaan-Surabaya-Gresik-Lamongan-Babat-Tuban Jarak (+/-) 192 km Tarip Batas Atas Rp 24.500 Tarip Batas Bawah Rp 15.100
12. Malang-Pandaan-Surabaya-Gresik-Lamongan-Babat-Bojonegoro Jarak (+/-) 199 km Tarip Batas Atas Rp 25.400 Tarip Batas Bawah Rp 15.600
13. Banyuwangi-Genteng-Jember-Wonorejo-Probolinggo-Pasuruan-Malang-Kepanjen-Selerejo-Blitar-Tulungagung-Trenggalek Jarak (+/-) 480 km Tarip Batas Atas Rp 61.100 Tarip Batas Bawah Rp 37.500
14. Banyuwangi-Genteng-Jember-Wonorejo-Probolinggo-Pasuruan-Malang-Kepanjen-Selerejo-Blitar Jarak (+/-) 407 km Tarip Batas Atas Rp 51.800 Tarip Batas Bawah Rp 31.900
15. Probolinggo-Pasuruan-Malang-Kepanjen-Wlingi-Blitar-Ngunut-Tulungagung-Trenggalek Jarak (+/-) 265 km Tarip Batas Atas Rp 33.800 Tarip Batas Bawah Rp 20.800
16. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Besuki-Sitobondo-Asembagus-Banyuwangi Jarak (+/-) 99 km Tarip Batas Atas Rp 12.700 Tarip Batas Bawah Rp 7.800
17. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Besuki-Situbondo-Bondowoso Jarak (+/-) 297 km Tarip Batas Atas Rp 37.800 Tarip Batas Bawah Rp 23.300
18. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Genteng-banyuwangi Jarak (+/-) 231 km Tarip Batas Atas Rp 29.400 Tarip Batas Bawah Rp 18.100
19. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Arjasa-Bondowoso Jarak (+/-) 310 km Tarip Batas Atas Rp 39.500 Tarip Batas Bawah Rp 24.300
20. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember Jarak (+/-) 239 km Tarip Batas Atas Rp 30.500 Tarip Batas Bawah Rp 18.800
21. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Sitobondo Jarak (+/-) 195 km Tarip Batas Atas Rp 24.900 Tarip Batas Bawah Rp 15.300
22. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo Wonorejo-Tanggul-Jember Jarak (+/-) 214 km Tarip Batas Atas Rp 27.300 Tarip Batas Bawah Rp 16.800
23. Kepanjen-Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Lumajang-Kencong-Balung-Jember Jarak (+/-) 215 km Tarip Batas Atas Rp 27400 Tarip Batas Bawah Rp 16.900
24. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo Wonorejo-Lumajang-Kencong-Balung-Jmbr Jarak (+/-) 218 km Tarip Batas Atas Rp 27.800 Tarip Batas Bawah Rp 17.100
25. Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Wonorejo-Lumajang-Kencong Jarak (+/-) 239 km Tarip Batas Atas Rp 30.500 Tarip Batas Bawah Rp 18.800
26. Tulungagung-Blitar-Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Besuki-Situbondo-Asembagus-Banyuwangi Jarak (+/-) 428 km Tarip Batas Atas Rp 54.500 Tarip Batas Bawah Rp 33.500
27. Tulungagung-Ngunut-Blitar-Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Tanggul-Jember Jarak (+/-) 327 km Tarip Batas Atas Rp 41.600 Tarip Batas Bawah Rp 25.600
28. Malang-Pasuruan-Probolinggo-Klakah-Wonorejo-Kencong-Balung-Ambulu Jarak (+/-) 214 km Tarip Batas Atas Rp 27.300 Tarips Batas Bawah Rp 16.800
29. Trenggalek-Tulungagung-Blitar-Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Wonorejo-Kencong-Balung-Ambulu Jarak (+/-) 319 km Tarip Batas Atas Rp 48.200 Tarip Batas Bawah Rp 29.700

Patas AC seat 2.2 = Malang - Surabaya Rp 15.000

Diambil dari ASTERIX WEB GROUP

Harga tiket 2008 daera Tulungagung sekitarnya

Berikut adalah tarif maksimal dan minimal kendaraan umum antar kota. Semoga bermanfaat.

1. Malang-Lawang-Purwosari-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-) 85 km Tarip Batas Atas Rp 10.900 Tarip Batas Bawah Rp 6.700
2. Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-) 104 km Tarip Batas Atas Rp 14.100 Tarip Batas Bawah Rp 8.700
3. Dampit-Malang-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-)125 km Tarip Batas Atas Rp 16.000 Tarip Batas Bawah Rp 9.900
4. Blitar-Kesamben-Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-)181 km Tarip Batas Atas Rp 23.100 Tarip Batas Bawah Rp 14.200
5. Malang-Pandaan-Surabaya-Bangkalan-Sampang-Pemekasan-Sumenep Jarak (+/-) 271 km Tarip Batas Atas Rp 35.300 Tarip Batas Bawah Rp 21.700
6. Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya-Bangkalan-Sampang-Pamekasan-Pasean Jarak (+/-) 304 km Tarip Batas Atas Rp 38.700 Tarip Batas Bawah Rp 23.700
7. Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya-Bangakalan-Sampang-Pamekasan-Pasean Jarak (+/-) 330 km Tarip Batas Atas Rp 42.000 Tarip Batas Bawah Rp 27.800
8. Malang-Pandaan-Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Madiun Jarak (+/-) 246 km Tarip Batas Atas Rp 31.400 Tarip Batas Bawah Rp 19.300
9. Malang-Pandaan-Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Madiun-Magetan Jarak (+/-) 273 km Tarip Batas Atas Rp 34.800 Tarip Batas Bawah Rp 21.400
10. Malang-Pandaan-Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Madiun-Ponorogo Jarak (+/-) 276 km Tarip Batas Atas Rp 35.200 Tarip Batas Bawah Rp 21.600
11. Malang-Pandaan-Surabaya-Gresik-Lamongan-Babat-Tuban Jarak (+/-) 192 km Tarip Batas Atas Rp 24.500 Tarip Batas Bawah Rp 15.100
12. Malang-Pandaan-Surabaya-Gresik-Lamongan-Babat-Bojonegoro Jarak (+/-) 199 km Tarip Batas Atas Rp 25.400 Tarip Batas Bawah Rp 15.600
13. Banyuwangi-Genteng-Jember-Wonorejo-Probolinggo-Pasuruan-Malang-Kepanjen-Selerejo-Blitar-Tulungagung-Trenggalek Jarak (+/-) 480 km Tarip Batas Atas Rp 61.100 Tarip Batas Bawah Rp 37.500
14. Banyuwangi-Genteng-Jember-Wonorejo-Probolinggo-Pasuruan-Malang-Kepanjen-Selerejo-Blitar Jarak (+/-) 407 km Tarip Batas Atas Rp 51.800 Tarip Batas Bawah Rp 31.900
15. Probolinggo-Pasuruan-Malang-Kepanjen-Wlingi-Blitar-Ngunut-Tulungagung-Trenggalek Jarak (+/-) 265 km Tarip Batas Atas Rp 33.800 Tarip Batas Bawah Rp 20.800
16. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Besuki-Sitobondo-Asembagus-Banyuwangi Jarak (+/-) 99 km Tarip Batas Atas Rp 12.700 Tarip Batas Bawah Rp 7.800
17. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Besuki-Situbondo-Bondowoso Jarak (+/-) 297 km Tarip Batas Atas Rp 37.800 Tarip Batas Bawah Rp 23.300
18. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Genteng-banyuwangi Jarak (+/-) 231 km Tarip Batas Atas Rp 29.400 Tarip Batas Bawah Rp 18.100
19. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Arjasa-Bondowoso Jarak (+/-) 310 km Tarip Batas Atas Rp 39.500 Tarip Batas Bawah Rp 24.300
20. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember Jarak (+/-) 239 km Tarip Batas Atas Rp 30.500 Tarip Batas Bawah Rp 18.800
21. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Sitobondo Jarak (+/-) 195 km Tarip Batas Atas Rp 24.900 Tarip Batas Bawah Rp 15.300
22. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo Wonorejo-Tanggul-Jember Jarak (+/-) 214 km Tarip Batas Atas Rp 27.300 Tarip Batas Bawah Rp 16.800
23. Kepanjen-Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Lumajang-Kencong-Balung-Jember Jarak (+/-) 215 km Tarip Batas Atas Rp 27400 Tarip Batas Bawah Rp 16.900
24. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo Wonorejo-Lumajang-Kencong-Balung-Jmbr Jarak (+/-) 218 km Tarip Batas Atas Rp 27.800 Tarip Batas Bawah Rp 17.100
25. Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Wonorejo-Lumajang-Kencong Jarak (+/-) 239 km Tarip Batas Atas Rp 30.500 Tarip Batas Bawah Rp 18.800
26. Tulungagung-Blitar-Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Besuki-Situbondo-Asembagus-Banyuwangi Jarak (+/-) 428 km Tarip Batas Atas Rp 54.500 Tarip Batas Bawah Rp 33.500
27. Tulungagung-Ngunut-Blitar-Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Tanggul-Jember Jarak (+/-) 327 km Tarip Batas Atas Rp 41.600 Tarip Batas Bawah Rp 25.600
28. Malang-Pasuruan-Probolinggo-Klakah-Wonorejo-Kencong-Balung-Ambulu Jarak (+/-) 214 km Tarip Batas Atas Rp 27.300 Tarips Batas Bawah Rp 16.800
29. Trenggalek-Tulungagung-Blitar-Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Wonorejo-Kencong-Balung-Ambulu Jarak (+/-) 319 km Tarip Batas Atas Rp 48.200 Tarip Batas Bawah Rp 29.700

Patas AC seat 2.2 = Malang - Surabaya Rp 15.000

Diambil dari ASTERIX WEB GROUP

Jumat, 25 Maret 2011

Sego Bantingan Perdana -

Temukan artikel ini di TULUNGAGUNG DOT GO DOT ID

Kalau di Jogja ada Sego Kucing, di Tulungagung, tepatnya di Ngunut, juga ada makanan yang hampir serupa, Sego Bantingan (Smackdown Rice :D) namanya. Saya sendiri tidak tahu, kenapa dinamakan demikian, mungkin porsinya yang kecil, dan biasa dilempar-lempar ke keranjang jualan.



Tapi yang pasti, rasanya sangat cocok di lidah. Padahal, isinya hanya sekepal nasi dan beberapa sendok sambal goreng.

Silakan dicoba sendiri, datang saja ke Pacitan Lingkungan III, Desa Ngunut. Tepatnya, pertigaan traffic pasar Ngunut ke selatan, sebelum SPPBE Gangsar belok kiri ke jalan menuju bekas Bioskop Perdana. Di sana masih ada beberapa warung kopi yang juga jualan Sego Bantingan.

Malam hari, nongkrong di warung sambil mendengarkan obrolan ringan para bapak-bapak, disertai Sego Bantingan dan secangkir kopi, sejenak seperti lupa akan masalah yang ada di pikiran, orang bilang "[I]nyamleng banget[/I]".

Harganya murah, cuma dua ribu per bungkus. Buat saya, satu bungkus itu kurang, dua bungkus cukup, tiga bungkus mau tapi malu :D.

Lokasi:

Ledang

Aku tidak tahu, ini bahasa Jawa atau bahasa lain, tapi teman2 waktu SD dulu memberikan kata-kata ini. Di desa Ngunut, ada 2 bioskop misbar (= gerimis bubar), salah satu yang terkenal adalah bioskop "NIAGARA".

(Setelah cari di internet, temukan di ARTI KATA DOT COM, arti kata 'LEDANG' ini adalah : memperagakan diri (berjalan-jalan) supaya dilihat orang... ohhh gitu tohhh...)

Untuk mempromosikan film yang diputar, mereka menggunakan mobil pick-up, dan sekelilingnya diberi bambu / besi. Kemudian gambar (poster) film yang sedang diputar, dipasang di rangka itu. Nah, mobil ini berkeliling ke desa-desa, dengan mewartakan film yang akan diputar lewat loud-speaker yang dipasang.

"Mari saksikan nanti malam! Pertarungan pendekar-pendekar Shaolin dengan jurus-jurus maut mereka! Drama percintaan, Kungfu, dibintangi oleh bintang-bintang film terkenal saat ini : Fu Shen, David Chiang, Yastaki Kurata, Lo Lieh, Ti Lung, dan lain-lain!"

Lalu, sambil berbicara demikian, si penyiar membagikan kertas yang kami sebut 'Koran', biasanya bergambar film yang diputar, tanggal ditayangkan, dsb.

Pernah, satu kali saya ikut teman-teman untuk duduk di mobil itu, istilahnya "Ikut Ledang" (sorry kalau salah ingat istilah ini). Senang sekali, berkeliling desa (walau agak mabuk - aku suka mabuk waktu kecil kalau naik mobil).

Ini contoh satu lembar 'kertas koran bioskop' yang disebarkan itu (walau aku mendapatkannya di Surabaya, waktu hunting buku-buku dan majalah2 loakan). Ini gambar film SUPERMAN III, tahun 1981 di Surabaya.



Tampak depannya (sorry sudah sobek, tapi kulaminating)





Browsing di GOOGLE dengan kata "Bioskop Misbar", temukan artikel ini :

Apa film pertama yang Anda tonton di bioskop? Kalau saya, berhubung masa kecil saya dihabiskan di desa pantai utara yang jauh timana timendi, alias jauh dari kota, membuat saya tergolong manusia yang amat telat mengenal yang namanya bioskop. Bioskop yang bagus maksudnya. Kalau BSS alias Bioskop Sangat Sederhana sih ya tidak bisa dibilang telat. Rasanya sewaktu kecil pun saya jarang menonton TV malah. Gara-gara TV hitam putih kami tersambar petir, dan entah kenapa ibu saya ogah-ogahan sekali membeli yang baru. Saya sedih sekali waktu TV kami gosong itu, karena menganggap Chicha Koeswoyo, Adi Bing Slamet, dan Ira Maya Sopha bertempat tinggal di tabung-tabung kecil aneh dan lucu yang berada di belakang layar TV itu (saya suka berdiam di belakang lemari tempat TV diletakkan, dan mencari-cari darimana orang-orang di layar TV itu muncul). Untunglah ternyata para bintang cilik itu ternyata selamat sampai besar, tidak ikut gosong bersama TV kami.

Film produksi bule yang pertama saya tonton adalah Flash Gordon. Saya menonton di bioskop kecil di kota Karawang bersama orang tua saya. Sepertinya waktu itu umur saya 5 atau 6 tahun. Karawang adalah kota terdekat dari kampung saya. Kampung saya itu di pantai utara, ditengah-tengah perjalanan antara Karawang dan Cirebon. Saya sangat terimpresi dengan film itu. Terutama oleh Kaisar Ming yang saya pikir-pikir sekarang mirip Dedy Corbuzier, lagu Flash-nya yang dilengkingkan Freddie Mercury, dan bulu ketiak Flash Gordon yang lebat banget, terlihat jelas sewaktu tangannya diikat ke atas gara-gara ditawan oleh pasukan kerajaan Kaisar Ming. Hal-hal aneh memang biasa diingat oleh anak umur segitu mungkin ya?. Tidak banyak yang bisa saya ingat sih soal bioskop dimana film itu diputar, kecuali gelapnya. Tapi saya tenang menonton dalam gelap karena diapit oleh ibu bapak saya. Tapi sampai saya besar tidak pernah namanya nonton bareng ibu saya berlangsung aman nyaman dan tenang. Pasti kena sensor manual. Saya ingat pernah menonton film Basic Instinct bareng ibu saya pas saya sudah di bangku SMU, hampir setengah film muka saya ditutup oleh sweater oleh ibu saya.

Film Indonesia yang pertama saya tonton adalah: SANGKURIANG. Huehehehehehe. Bintang filmnya adalah Suzanna dan Clif Sangra. Saya menontonnya waktu saya SD. Bersama sepupu saya yang jauh lebih tua, di sebuah bioskop yang bangunannya dari bilik dan tiang bambu. Tanpa atap. Alias Misbar. Kalau gerimis ya ditanggung bubar. Kecuali yang menonton bawa payung mungkin. Misbar disini ya bioskop sederhana dimana kita bayar karcis masuk, bukan layar tancap yang dipasang di lapangan itu.

Lihat selanjutnya di blog ibu Mira Marsellia di sini.