Rabu, 17 Agustus 2011

Para pejuang di tahun 2011

Indonesia merdeka 66 tahun silam. Tadi, di televisi diwawancarai seorang mantan pejuang kita, berumur 84 tahun. Kita semua sudah sering mendengar, melihat dan memikirkan atau membicarakan hal ini. Apa nasib mereka sekarang? Bapak tadi, menjadi seorang 'KULI' untuk menghidupi dirinya. Itulah kenyataan....

Di sepanjang jalan yang kami lewati, selalu kutemukan 'pejuang-pejuang' seperti mereka, mencari makan, nafkah untuk keluarganya....

Seorang penjual semangka melayani pembeli, di daerah Wedoro, Waru, Sidoarjo :


Penjual makanan 'dadakan' di pinggir jalan daerah Wedoro, Waru, Sidoarjo. Mereka berjualan hanya pada bulan puasa saja.


Seorang kakek, tukang parkir, menjaga kendaraan yang diparkir. Berharap dengan uang yang diterimanya dia bisa merayakan Lebaran tahun ini (setelah dipotong 'setoran' ke bossnya).


Penjual minuman : es blewah, es degan, es campur berjualan menyambut para pembeli, untuk berbuka puasa (tidak semua puasa memang...)



Jualan di depan makam / kuburanpun tidak masalah bukan ?



Istriku beli semangka dan beberapa buah untuk kami buat 'salad' malam ini. Tidak berpuasa, tapi ikutan 'berbuka' boleh kan?





Lokasi lain yang saya kunjungi hari ini : Jl. Siwalan Kerto, juruan ke Waru, area seberang CITO (City of Tomorrow, Surabaya) dekat Bunderan Waru. Waktu itu, jam 16:00 mereka masih mempersiapkan diri mengatur barang dagangan. Jika sore dan malam tiba, sepanjang jalan ini dipenuhi pedagang-pedangang kaki lima, sebuah 'pasar malam dadakan' yang ada hanya pada bulan puasa. Setiap hari, aku melihat kegiatan mereka dari bis kota atau angkot yang lewat di jalan menuju bunderan Waru. Hingga malam hari, tempat ini tambah ramai dengan pengunjung. Rencanaku, besok sore hingga malam akan ku foto tempat ini....






Ini gambar peta yang kuambil dari sini.



Warna merah : lokasi para pedagang berjualan. Garis panah biru : rute angkot lyn X yang kutumpangi pulang kerja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar