Rabu, 27 Juli 2011

17 tahun silam


27 Juli 1994...

Aku dan engkau duduk bersimpuh di depan altar gereja kita...
setelah menerima siraman Sabda-Nya,
yang menyatakan semua kebaikan dan cinta kasih-Nya...

kita berlutut di depan hamba-Nya,
yang berdoa bagi kita...
juga,
di tengah alunan doa seluruh anggota jemaat
yang hadir waktu itu,
mendoakan kita berdua...

hatiku dan hatimu,
kuyakin sama,
menyatu, berseru kepada-Nya,
memohon pertolongan dan penyertaan-Nya
untuk melewati hari-hari yang penuh tantangan
yang terbentang di depan kita...

Kini,
setelah 17 tahun berlalu,
kutetap yakin,
hatimu dan hatiku tetap satu
dan melagukan doa-doa yang sama,

bukan karena kekuatan kita,
bukan karena kemampuan kita,
bukan karena cinta kita,
namun karena cinta kasih-Nya yang abadi,
yang terus menyirami kita berdua...
dan karunia-Nya yang terindah bagi kita,
putra kita yang kini berusia 16 tahun...

Tidak ada yang bisa kuungkapkan,
kata-kata ini terasa kaku,
laguku terhenti karena dadaku penuh dengan rasa terima kasih...

kepadamu, istriku,
kepadamu, anakku,
kepada-Mu, TUHANku!

penyertaan kalian bertiga,
sangat kubutuhkan,
hingga akhir hayatku...






Surabaya, 27 Juli 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar